Top News

HIBURAN PENDIDIKAN KESEHATAN
www.fotolokasi.com - Candi Borobudur, yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, adalah salah satu situs warisan dunia yang diakui oleh UNESCO. Dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 oleh Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra, candi ini merupakan salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Dengan arsitektur yang megah dan detail ukiran yang menakjubkan, Candi Borobudur menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi siapa pun yang ingin memahami kekayaan sejarah dan budaya Indonesia.


Candi Borobudur terdiri dari tiga tingkatan, yaitu Kamadhatu (dunia keinginan), Rupadhatu (dunia bentuk), dan Arupadhatu (dunia tanpa bentuk). Setiap tingkatan mencerminkan perjalanan spiritual manusia dari dunia yang penuh nafsu menuju pencerahan. Di dalamnya terdapat 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha yang masing-masing memiliki kisah dan filosofi tersendiri. Relief-relief ini menceritakan kehidupan Buddha dan ajaran-ajarannya, serta berbagai aspek kehidupan masyarakat pada masa itu.

Salah satu momen paling magis di Candi Borobudur adalah saat matahari terbit. Banyak wisatawan yang datang pada dini hari untuk menyaksikan keindahan matahari yang muncul perlahan dari balik gunung, menyinari relief-relief candi dengan cahaya keemasan. Pemandangan ini tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi banyak orang.

Setelah menikmati keindahan dan keagungan Candi Borobudur, pengunjung dapat membeli berbagai oleh-oleh khas yang tersedia di sekitar kawasan candi. Di antara oleh-oleh populer adalah miniatur candi, batik, kerajinan tangan, dan berbagai produk lokal lainnya. Miniatur candi terbuat dari berbagai bahan seperti kayu dan batu, menjadi suvenir yang mengingatkan pada keagungan Borobudur. Selain itu, batik dengan motif khas Borobudur juga menjadi pilihan favorit sebagai cendera mata.

Untuk mencapai Candi Borobudur, wisatawan dapat menggunakan berbagai jenis transportasi. Jika berangkat dari Yogyakarta, yang berjarak sekitar 40 km, pengunjung bisa memilih bus, mobil sewaan, atau mengikuti tur yang biasanya sudah mencakup transportasi pulang-pergi. Perjalanan dari Yogyakarta ke Borobudur memakan waktu sekitar 1-1,5 jam tergantung kondisi lalu lintas.


Setelah tiba di area parkir Candi Borobudur, pengunjung akan menemukan berbagai fasilitas penunjang yang memudahkan perjalanan mereka menuju candi. Terdapat shuttle bus yang siap mengantar pengunjung dari area parkir ke pintu masuk candi. Selain itu, tersedia juga layanan penyewaan sepeda dan andong (kereta kuda) yang memberikan pengalaman berbeda saat menuju candi.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati perjalanan dengan berjalan kaki, area sekitar Candi Borobudur dilengkapi dengan jalur pejalan kaki yang nyaman dan terawat. Jalur ini dikelilingi oleh pepohonan hijau dan pemandangan alam yang menyejukkan, memberikan pengalaman tersendiri sebelum mencapai candi. Di sepanjang jalur ini, terdapat pula berbagai kios yang menjual makanan ringan dan minuman, sehingga pengunjung bisa beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.


Saat berada di dalam kompleks Candi Borobudur, terdapat panduan audio dan pemandu wisata yang tersedia untuk membantu pengunjung memahami lebih dalam mengenai sejarah dan makna dari setiap relief dan arca yang ada. Pemandu wisata yang berpengalaman akan memberikan penjelasan mendetail tentang setiap aspek candi, menjadikan kunjungan lebih bermakna dan informatif.

Candi Borobudur juga sering menjadi lokasi berbagai acara budaya dan keagamaan, seperti perayaan Waisak yang menarik ribuan umat Buddha dari seluruh dunia. Pada perayaan ini, candi dihiasi dengan ribuan lampion dan bunga, menciptakan suasana yang magis dan khidmat. Menghadiri perayaan seperti ini memberikan kesempatan unik untuk melihat bagaimana candi ini masih berfungsi sebagai pusat spiritual hingga hari ini.


Mengunjungi Candi Borobudur tidak hanya menawarkan pengalaman melihat salah satu keajaiban dunia, tetapi juga memberikan wawasan tentang sejarah, budaya, dan spiritualitas Indonesia. Setiap sudut candi, setiap relief, dan setiap arca menceritakan kisah yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Bagi siapa pun yang tertarik pada sejarah dan budaya, Candi Borobudur adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan.

Lihat di Youtube


Nama/Lokasi : Candi Borobudur
Kategori : Cagar Budaya
Lokasi Alamat : Jl. Badrawati, Kw. Candi Borobudur, Borobudur, Kec. Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
Tahun : 2021
Photo by : -
Website : -
Peta Lokasi :  

Lihat di Google Maps



Post by: Foto Lokasi

Author © Fotonia Lokasia

www.fotolokasi.com - Pada tanggal 18-25 Mei 2024, Bali menjadi tuan rumah dari acara internasional prestisius, 10th World Water Forum. Forum ini merupakan pertemuan global yang mengumpulkan berbagai pihak untuk membahas isu-isu terkait air, termasuk pengelolaan sumber daya air, kebijakan, teknologi, serta tantangan dan solusi terkait air di masa depan. Diselenggarakan oleh Dewan Air Dunia (World Water Council) bersama dengan pemerintah Indonesia, acara ini dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai negara, termasuk pembuat kebijakan, ilmuwan, praktisi, dan aktivis lingkungan.


Forum kali ini mengangkat tema "Water for Shared Prosperity," yang menekankan pentingnya kolaborasi dan tanggung jawab bersama dalam mengelola sumber daya air untuk kesejahteraan global. Tema ini relevan mengingat semakin meningkatnya tekanan terhadap sumber daya air akibat pertumbuhan populasi, urbanisasi, perubahan iklim, dan polusi. Dengan fokus pada kerja sama internasional, forum ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi efektif yang dapat diadopsi oleh negara-negara di seluruh dunia.

Berbagai sesi plenary dan diskusi panel diadakan sepanjang forum untuk mengeksplorasi berbagai topik penting. Beberapa isu utama yang dibahas meliputi manajemen air perkotaan, pengelolaan sungai dan danau, sanitasi, perubahan iklim, dan inovasi teknologi dalam pengelolaan air. Para pembicara utama termasuk tokoh-tokoh ternama dari PBB, organisasi non-pemerintah, sektor swasta, serta akademisi terkemuka yang berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka.

Salah satu highlight dari 10th World Water Forum adalah peluncuran inisiatif baru untuk memperkuat kerja sama regional dalam pengelolaan air. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi lintas batas dan berbagi praktik terbaik di antara negara-negara tetangga. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan dalam mengatasi tantangan air yang kompleks.

Selain diskusi dan presentasi, forum ini juga menyajikan pameran teknologi air yang menampilkan inovasi terbaru di bidang pengelolaan air. Pameran ini memberikan kesempatan bagi perusahaan teknologi, start-up, dan peneliti untuk memperkenalkan produk dan solusi inovatif yang dapat membantu dalam mengelola dan melestarikan sumber daya air. Berbagai teknologi seperti sistem pemurnian air, sensor kualitas air, dan solusi pengolahan limbah dipamerkan kepada peserta forum.

Di sela-sela acara, peserta juga diajak untuk mengunjungi berbagai lokasi penting di Bali yang terkait dengan pengelolaan air, seperti sistem irigasi subak yang diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Kunjungan lapangan ini memberikan gambaran langsung tentang bagaimana komunitas lokal di Bali telah mengelola air secara berkelanjutan selama berabad-abad.

Tidak hanya itu, forum ini juga mempertemukan para pemuda dari seluruh dunia dalam Youth Water Forum, sebuah platform yang dirancang untuk memberdayakan generasi muda dalam upaya perlindungan dan pengelolaan sumber daya air. Para pemuda ini berdiskusi, berbagi ide, dan mempresentasikan proyek-proyek inovatif mereka, menyoroti pentingnya keterlibatan pemuda dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air untuk masa depan.

Pentingnya acara ini tidak hanya dirasakan pada tingkat internasional tetapi juga berdampak positif bagi Indonesia. Dengan menjadi tuan rumah 10th World Water Forum, Indonesia memiliki kesempatan untuk menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan serta memperkuat posisinya dalam kerja sama global di bidang air. Selain itu, acara ini juga mendorong sektor pariwisata dan ekonomi lokal, dengan ribuan peserta yang datang dan menikmati keindahan serta budaya Bali.

Sebagai penutup, 10th World Water Forum di Bali tidak hanya menjadi ajang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen global dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan. Dengan tantangan yang semakin kompleks di masa depan, kolaborasi dan inovasi adalah kunci untuk memastikan ketersediaan air yang aman dan bersih bagi semua. Bali, dengan keindahan dan kearifan lokalnya, telah menjadi saksi penting dalam sejarah perjalanan global menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Lihat di Youtube




Post by: Foto Lokasi

Author © Fotonia Lokasia

www.fotolokasi.com - Tari Kecak adalah salah satu pertunjukan budaya yang paling ikonik di Bali, dan salah satu tempat terbaik untuk menyaksikannya adalah di Pura Luhur Uluwatu. Terletak di tepi tebing yang dramatis dengan pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan, Pura Luhur Uluwatu menyediakan latar belakang yang mempesona untuk pertunjukan tari yang memukau ini. Tari Kecak tidak hanya memikat dengan gerakan dan nyanyian khasnya, tetapi juga dengan kisah epik Ramayana yang diceritakan melalui gerakan para penarinya.


Tari Kecak dikenal juga sebagai "tari cak" atau "tari api," yang berasal dari suara "cak-cak-cak" yang diucapkan oleh sekelompok pria yang membentuk lingkaran dan berfungsi sebagai paduan suara. Mereka duduk bersila, mengayunkan tangan, dan berteriak "cak" secara berirama, menciptakan suasana yang magis dan energik. Tari Kecak tidak menggunakan alat musik tradisional, melainkan mengandalkan harmoni vokal yang khas dan ritmis dari para penari pria.

Kisah yang diceritakan dalam Tari Kecak adalah kisah epik Ramayana, sebuah cerita klasik dari India yang telah menjadi bagian integral dari budaya dan seni di banyak negara Asia, termasuk Indonesia. Cerita ini berpusat pada petualangan Rama, seorang pangeran yang diasingkan, istrinya Sita, dan adiknya Lakshmana. Mereka harus menghadapi berbagai rintangan, termasuk penculikan Sita oleh Rahwana, raja raksasa dari Alengka.


Rama adalah tokoh utama dalam kisah Ramayana. Ia adalah pangeran dari kerajaan Ayodhya yang diasingkan ke hutan bersama istrinya Sita dan adiknya Lakshmana. Rama dikenal karena kebijaksanaan, keberanian, dan kesetiaannya. Dalam Tari Kecak, Rama digambarkan sebagai sosok yang heroik dan penuh tekad untuk menyelamatkan istrinya dari Rahwana.

Sita, istri Rama, adalah tokoh sentral lainnya dalam Ramayana. Ia diculik oleh Rahwana dan dibawa ke kerajaannya di Alengka. Sita digambarkan sebagai sosok yang setia, berani, dan penuh kasih sayang. Penculikan Sita menjadi inti konflik dalam kisah Ramayana dan mendorong petualangan heroik Rama untuk menyelamatkannya.

Lakshmana, adik Rama, adalah tokoh yang setia dan selalu mendampingi Rama dalam pengasingan dan pencarian Sita. Ia digambarkan sebagai prajurit yang gagah berani dan setia, yang selalu siap melindungi kakaknya dari bahaya.

Rahwana adalah antagonis utama dalam kisah Ramayana. Sebagai raja raksasa dari Alengka, ia menculik Sita dan menantang Rama. Rahwana digambarkan sebagai sosok yang kuat dan licik, namun akhirnya dikalahkan oleh Rama dalam pertempuran besar.

Selain para tokoh utama, Tari Kecak juga menampilkan Hanoman, dewa kera putih yang setia dan memiliki kekuatan luar biasa. Hanoman membantu Rama dalam pertempurannya melawan Rahwana dan memainkan peran penting dalam penyelamatan Sita. Dalam pertunjukan Kecak, Hanoman sering digambarkan dengan lincah dan energik, melompat-lompat di antara penari lainnya, memberikan elemen dramatis yang memukau.

Pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu tidak hanya menampilkan gerakan tari yang indah, tetapi juga menggunakan api sebagai elemen penting. Api digunakan dalam beberapa adegan untuk menambah dramatisasi dan simbolisme, terutama dalam adegan pertempuran dan penyelamatan Sita. Penari yang bermain sebagai Hanoman sering melakukan aksi berani dengan api, menambah kesan magis dan intens pada pertunjukan.

Menonton Tari Kecak di Uluwatu adalah pengalaman yang mendalam dan mengesankan. Dengan latar belakang matahari terbenam yang spektakuler dan suara deburan ombak di bawah tebing, pertunjukan ini menawarkan perpaduan sempurna antara seni, budaya, dan keindahan alam Bali. Setiap gerakan dan nyanyian dalam Tari Kecak membawa penonton lebih dekat pada kekayaan cerita Ramayana dan keunikan budaya Bali.

Secara keseluruhan, Tari Kecak di Uluwatu tidak hanya sekedar hiburan, tetapi juga sebuah jendela untuk memahami kekayaan budaya dan warisan cerita epik yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi siapa pun yang mengunjungi Bali, menyaksikan Tari Kecak di Pura Luhur Uluwatu adalah pengalaman yang wajib dan tak terlupakan.

Lihat di Youtube


Nama/Lokasi : Pura Uluwatu
Kategori : Hindu Temple
Lokasi Alamat : Pecatu, South Kuta, Badung Regency, Bali
Tahun : 2022
Photo by : -
Website : -
Peta Lokasi :  

Lihat di Google Maps




Post by: Foto Lokasi

Author © Fotonia Lokasia

www.fotolokasi.com - Kuburan Kereta KRL Cikaum terletak di Desa Cikaum, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Tempat ini dikenal sebagai salah satu lokasi penyimpanan terakhir bagi kereta rel listrik (KRL) yang sudah tidak beroperasi. Kuburan kereta ini memiliki daya tarik tersendiri bagi pecinta kereta api dan fotografer, menawarkan pemandangan deretan gerbong-gerbong tua yang terbengkalai di tengah alam terbuka.

Tempat ini tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah transportasi kereta api di Indonesia, tetapi juga menggambarkan perkembangan industri perkeretaapian dari masa ke masa. Banyak KRL yang tersimpan di sini berasal dari masa lalu, termasuk era kolonial Belanda, ketika kereta api pertama kali diperkenalkan di Indonesia. Melihat gerbong-gerbong tua yang berkarat dan ditumbuhi vegetasi liar memberikan nuansa historis yang kental dan mengundang rasa penasaran tentang masa jayanya dahulu.

Selain menjadi tempat yang menarik untuk belajar sejarah, Kuburan Kereta KRL Cikaum juga populer di kalangan fotografer. Pemandangan gerbong-gerbong tua yang ditinggalkan dan berkarat menciptakan komposisi fotografi yang dramatis dan artistik. Banyak fotografer yang datang untuk mengabadikan momen dan mengeksplorasi sudut-sudut unik dari setiap gerbong yang ada. Tempat ini sering kali menjadi latar belakang untuk sesi foto bertema vintage atau urban decay.

Namun, meskipun memiliki daya tarik tersendiri, Kuburan Kereta KRL Cikaum juga menghadapi tantangan dalam hal pemeliharaan dan pengelolaan. Beberapa gerbong kereta sudah sangat rusak dan menjadi tidak aman untuk didekati. Oleh karena itu, penting bagi pengunjung untuk berhati-hati dan mengikuti aturan keselamatan saat berada di lokasi ini. Ada pula wacana dari komunitas lokal dan pecinta kereta api untuk mengonservasi beberapa gerbong sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah transportasi di Indonesia.

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Kuburan Kereta KRL Cikaum, akses ke lokasi ini cukup mudah. Desa Cikaum dapat dicapai dengan kendaraan pribadi atau transportasi umum dari pusat kota Subang. Setelah tiba di desa, pengunjung dapat mengikuti petunjuk menuju area kuburan kereta. Meskipun belum menjadi destinasi wisata mainstream, tempat ini menawarkan pengalaman unik bagi mereka yang tertarik pada sejarah perkeretaapian dan keindahan estetika dari kereta-kereta tua yang telah usang. Dengan segala keunikan dan sejarah yang dimilikinya, Kuburan Kereta KRL Cikaum adalah salah satu destinasi yang layak untuk dijelajahi di Jawa Barat.

Lihat di Youtube


Nama/Lokasi : Kuburan Kereta KRL Cikaum
Kategori : Transportasi
Lokasi Alamat : Cikaum, Subang, Jawabarat
Tahun : 2023
Photo by : -
Website : -
Peta Lokasi :  

Lihat di Google Maps




Post by: Foto Lokasi

Author © Fotonia Lokasia

Tanah Dijual di Jakarta

Tanah Dijual di Bekasi

Tempat Ibadah Fasilitas Umum Pemakaman